BatamHighlight – Anggota DPRD Kota Batam, Kamaruddin, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menyikapi belum lancarnya aliran air bersih di sejumlah kawasan pemukiman di Kota Batam. Ia menegaskan, persoalan tersebut tengah menjadi perhatian serius pemerintah dan diharapkan dapat segera ditangani secara bertahap.
Imbauan itu disampaikan Anggota DPRD Batam dari fraksi partai Nasdem ini menyusul adanya keluhan warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, yang mengalami gangguan distribusi air bersih dalam beberapa bulan terakhir dan berujung pada aksi dekonsentrasi di depan Kantor BP Batam pada Kamis (22/1/2026) lalu.
Menurut Kamaruddin, gangguan aliran air tidak hanya terjadi di dua kelurahan tersebut, melainkan juga dirasakan di sejumlah titik lain di Kota Batam. Bahkan, ia mengaku menerima berbagai aduan serupa dari masyarakat di kawasan pemukiman Kecamatan Bengkong.
“Keluhan ini tidak berdiri sendiri. Di beberapa wilayah lain, termasuk di Bengkong, masyarakat juga menyampaikan persoalan yang sama. Ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Bengkong–Batu Ampar, Kamaruddin meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada pimpinan BP Batam sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan air bersih di Batam.
Kamaruddin juga menyatakan keyakinannya terhadap sistem pemerintahan saat ini, di mana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, juga menjabat sebagai Kepala dan Wakil Kepala BP Batam. Menurutnya, persoalan air bersih telah masuk dalam 15 program prioritas yang menjadi komitmen kepemimpinan tersebut.
“Masalah air, sampah, dan pelayanan dasar lainnya sudah masuk dalam program prioritas pemerintah Batam. Itu juga bagian dari janji kampanye yang tentu akan direalisasikan,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD Batam tetap merasakan langsung dampak persoalan air yang dialami masyarakat. Karena itu, ia kembali mengajak warga untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah tersebut kepada pemerintah.
“Intinya, kami minta masyarakat mempercayakan persoalan air ini kepada pemerintah, baik Pemko Batam maupun BP Batam. Apa yang dirasakan masyarakat, kami di DPRD juga turut merasakannya,” pungkas Kamaruddin.
