BatamHighlight – Deputi Infrastruktur BP Batam, Moris Limanto kembali menunjukkan gebrakan melalui Gugus Tugas Batam Maju dengan memimpin aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Rempang, Batam, Rabu (22/4/2026).
Di bawah pembinaan Moris, lebih dari 600 relawan berhasil mengangkut sekitar 10 ton sampah hanya dalam waktu satu jam. Aksi cepat ini menjadi salah satu gerakan pembersihan lingkungan terbesar yang digelar di Batam dalam momentum Hari Bumi Nasional 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan Gugus Tugas Batam Maju, Artha Graha Peduli, PT Makmur Elok Graha (MEG), Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, startup lingkungan CONTAINDER, serta masyarakat setempat.
Moris Limanto mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari strategi pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setelah penguatan sektor UMKM, kini isu lingkungan menjadi prioritas bersama yang harus dijawab melalui aksi konkret,” ujar Moris.
Selain fokus pada lingkungan, Moris juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam setiap program pembangunan.
“Seluruh kebutuhan logistik dan konsumsi dalam kegiatan ini, misalnya, dipenuhi oleh UMKM warga Rempang yang selama ini mendapat pembinaan,” jelasnya.
Menurut dia, persoalan sampah di kawasan pesisir seperti Rempang membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Karena itu, Gugus Tugas Batam Maju didorong untuk tidak hanya hadir dalam program seremonial, tetapi menjadi unit percepatan solusi di lapangan.
“Keberhasilan pengangkutan 10 ton sampah dalam waktu singkat dinilai menjadi bukti efektivitas pola kerja yang dibangun oleh tim,” ujarnya.
Sementara itu, Moris menegaskan bahwa persoalan sampah di Batam masih menjadi tantangan serius.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, timbulan sampah di Batam mencapai lebih dari 20.000 ton per tahun, termasuk yang mencemari wilayah pesisir seperti Rempang.
Karena itu, kata dia, langkah berikutnya adalah memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi agar penanganannya lebih berkelanjutan.
“Kami ingin aksi hari ini menjadi titik awal perubahan yang lebih besar, termasuk pengembangan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di kawasan Rempang,” ujarnya.
Aksi tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang hadir memimpin kegiatan bersama unsur pemerintah daerah.
Amsakar menilai kolaborasi lintas sektor yang dipelopori Gugus Tugas Batam Maju menjadi contoh konkret penyelesaian persoalan lingkungan.
“Kerja bersama seperti ini harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat,” kata Amsakar.
