Batam

THM Disegel, Musrin: Penegakan Hukum itu Penting, Namun Menjaga Investasi Lebih Penting

Praktisi hukum Kota Batam, Musrin SH,. MH.

BatamHiglight.com, Batam — Penggerebekan dan penyegelan sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Batam oleh Bareskrim Polri terkait dugaan peredaran narkoba mendapat perhatian dari praktisi hukum. Penegakan hukum terhadap narkoba dinilai penting, namun langkah tersebut diharapkan tetap dilakukan secara proporsional agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap wisatawan maupun pelaku usaha dan investasi.

Praktisi Hukum di Batam, Musrin SH, MH, mengapresiasi langkah Bareskrim Polri dalam memberantas dugaan peredaran narkoba di sejumlah THM. Menurutnya, narkoba merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama, terlebih Batam berada di wilayah perbatasan dan berhadapan langsung dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Namun, Musrin mengingatkan bahwa penanganan kasus narkoba juga perlu mempertimbangkan posisi Batam sebagai kota pariwisata sekaligus salah satu tujuan investasi di Indonesia.

“Penggerebekan THM yang dilakukan Bareskrim nanti akan berdampak pada turis yang akan masuk ke Batam, iklim investasi juga akan terganggu. Tapi saya juga tidak sepakat dan tidak membenarkan adanya dugaan peredaran narkoba di THM,” kata Musrin.

Ia menilai kekhawatiran terhadap dampak penegakan hukum terhadap sektor pariwisata dan usaha tidak berarti upaya pemberantasan narkoba harus dikurangi. Sebaliknya, penindakan tetap diperlukan, tetapi harus diarahkan secara tepat kepada pelaku dan aktivitas yang memang melanggar hukum.

Menurut Musrin, Batam memiliki karakteristik tersendiri sebagai wilayah perbatasan. Mobilitas orang dan barang yang tinggi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, persoalan masuknya narkoba dan berbagai jenis zat terlarang ke Batam menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama oleh aparat penegak hukum, pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.

“Masuknya narkoba dan sejenisnya juga merupakan tantangan tersendiri bagi Kota Batam. Karena itu saya mendukung penuh apa yang dilakukan Bareskrim Polri untuk menjadikan narkoba sebagai musuh bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Musrin berharap persoalan narkoba tidak membuat masyarakat memandang seluruh THM sebagai tempat yang identik dengan aktivitas ilegal. Menurutnya, masih banyak tempat hiburan yang menjalankan kegiatan usahanya secara legal dan tidak berkaitan dengan narkoba.

Ia bahkan mendorong agar konsep hiburan malam yang sehat dan bebas narkoba terus dikembangkan di Batam.

Menanggapi anggapan sebagian masyarakat bahwa hiburan malam tanpa narkoba terasa hambar, Musrin justru berpandangan sebaliknya. Menurut dia, hiburan tidak harus selalu dikaitkan dengan penggunaan narkoba.

“Narkoba itu sudah menjadi bahaya laten. Hiburan tidak mesti dikaitkan dengan narkoba. Saya lebih mendorong masyarakat untuk menikmati hiburan malam tanpa narkoba,” katanya.

Ia menilai tempat hiburan yang mampu menghadirkan suasana nyaman, aman dan sehat justru memiliki peluang untuk berkembang karena memberikan rasa aman kepada pengunjung.

“Hiburan sehat itu sebenarnya lebih indah. Banyak kok tempat hiburan tanpa narkoba, tapi tempat itu tetap ramai,” ujarnya.

Musrin berharap penindakan terhadap THM yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba tidak serta-merta menimbulkan stigma terhadap seluruh pelaku usaha hiburan malam di Batam. Menurutnya, perlu ada pembedaan yang jelas antara usaha yang menjalankan kegiatan secara legal dengan tempat yang terbukti menjadi bagian dari aktivitas melanggar hukum.

Ia juga mendorong pelaku usaha THM untuk memperkuat pengawasan internal dan memastikan tempat usahanya tidak dimanfaatkan untuk peredaran narkoba maupun aktivitas ilegal lainnya.

Dengan demikian, kata dia, pemberantasan narkoba dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlangsungan sektor pariwisata dan dunia usaha di Batam.

“Yang kita inginkan tentu Batam aman dari narkoba, tetapi juga tetap nyaman bagi wisatawan dan investor. Jadi pemberantasan narkoba dan pertumbuhan pariwisata seharusnya bisa berjalan bersama,” katanya.

Menurutnya, citra Batam sebagai kota tujuan wisata dan investasi harus dibangun melalui rasa aman, kepastian hukum dan lingkungan usaha yang sehat. Penegakan hukum yang tegas terhadap narkoba justru diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan Batam yang lebih aman dan nyaman.

Karena itu, Musrin mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan tersebut secara berimbang. Pemberantasan narkoba tetap harus menjadi prioritas, sementara pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara legal perlu mendapat ruang untuk terus berkembang.

“Jangan sampai karena ada kasus di beberapa tempat, kemudian semua THM dianggap sama. Kita harus melihat persoalannya secara objektif dan berdasarkan fakta hukum,” ujarnya.

Ia berharap ke depan sinergi antara aparat, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat semakin kuat. Dengan pengawasan yang baik dan komitmen bersama, Batam dinilai tetap dapat menjadi kota wisata yang aman sekaligus daerah yang menarik bagi investasi.

Pada akhirnya, menurut Musrin, hiburan malam tidak harus identik dengan narkoba. “Batam tetap bisa memiliki industri hiburan yang hidup, ramai dan menarik wisatawan, dengan mengedepankan keamanan, kenyamanan serta hiburan yang sehat,” tutupnya.

Related Post

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More