Batam

Duka di Nagekeo, Doa dan Kepedulian Mengalir dari Perantau NTT di Batam

BatamHiglight.com, Batam — Guncangan gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan rasa waswas di dada para perantau. Ribuan kilometer dari kampung halaman, warga asal NTT yang kini bermukim di Kota Batam, Kepulauan Riau, diliputi kekhawatiran mendalam atas keselamatan sanak saudara mereka pascamusibah tersebut.

Ketua Umum Perkumpulan Kekeluargaan Nusa Tenggara Timur (PK-NTT) Batam, Andi S. Muchtar, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga Nagekeo. Berdasarkan informasi langsung dari keluarga di lokasi kejadian, getaran gempa yang kuat sempat memicu kepanikan warga hingga berlarian menyelamatkan diri keluar rumah karena khawatir bangunan roboh.

Menanggapi kondisi tersebut, Andi berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat bergerak cepat dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh. Penanganan darurat mulai dari evakuasi korban, pengelolaan pengungsian, pemenuhan kebutuhan medis, hingga perbaikan fasilitas umum serta pemukiman warga yang rusak menjadi prioritas utama yang harus segera dituntaskan.

Di samping mendorong peran pemerintah, PK-NTT Batam juga menyerukan aksi solidaritas kepada seluruh warga diaspora NTT, khususnya yang berada di Kepulauan Riau. Andi mengajak para perantau untuk saling bahu-membahu mengulurkan bantuan tulus guna meringankan beban saudara-saudara di kampung halaman.

PK-NTT Kepri telah memastikan komitmennya untuk menyalurkan bantuan ke lokasi bencana. Saat ini, pihak paguyuban tengah memantau perkembangan situasi di lapangan agar bantuan yang digalang dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Semoga korban gempa bumi bisa segera kembali ke rutinitas seperti biasa, aman dan damai. Tetap kuat saudara-saudara kami di NTT, kami di sini selalu mendukung dan siap membantu kalian,” pungkas Andi.

Related Post

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More