Batamhighlight.com, Batam – Dinamika kepengurusan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Tanjungpinang kembali bergulir. Ketua Umum terpilih hasil Musyawarah Kota (Muskot) POBSI Tanjungpinang, Rizki, mengundurkan diri hanya sehari setelah terpilih, sehingga POBSI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan Alamsyah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang.
Keputusan tersebut diambil melalui rapat pleno POBSI Kepri setelah menerima surat pengunduran diri Rizki yang juga ditembuskan kepada KONI Kota Tanjungpinang.
Muskot POBSI Kota Tanjungpinang, itu sendiri digelar pada 28 Juli 2026 di Aula Kantor KONI Kota Tanjungpinang dan diikuti 11 klub serta pemilik rumah biliar yang memiliki hak suara. Musyawarah dipimpin Salman Ahmad dari jajaran pengurus POBSI Kepri dan berlangsung sesuai mekanisme organisasi.
Dalam pemungutan suara, Rizki memperoleh enam suara dan unggul tipis atas Alamsyah yang meraih lima suara. Namun, sehari setelah dinyatakan sebagai ketua umum terpilih, Rizki mengajukan surat pengunduran diri. Dalam surat tersebut, ia menyebut keputusan itu diambil karena adanya kendala yang tidak dapat dijelaskan secara rinci.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, POBSI Kepri menggelar rapat pleno di Batam pada 1 Agustus 2026 untuk membahas keberlanjutan kepengurusan POBSI Kota Tanjungpinang. Pembahasan kemudian dilanjutkan dalam rapat pleno berikutnya yang dihadiri jajaran pengurus inti di Sekretariat POBSI Kepri, Orchard Office Hall Lantai 2 Hotel 89, Penuin, Batam.
Hasil rapat menetapkan Alamsyah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang dengan mempertimbangkan hasil Muskot, di mana ia merupakan peraih suara terbanyak kedua.
Ketua Umum POBSI Kepri, Dicky Indramulyawan, mengatakan penetapan tersebut menjadi langkah penting agar roda organisasi tetap berjalan dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2026 tidak terganggu.
“Alhamdulillah, POBSI Kepri telah memutuskan Alamsyah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang. Langkah ini diambil untuk memastikan POBSI Kota Tanjungpinang dapat mengikuti multievent Porprov Kepri yang akan diselenggarakan di Kota Tanjungpinang pada November 2026 mendatang,” ujar Dicky saat ditemui di kawasan Penuin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, keputusan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan KONI Kota Tanjungpinang agar tidak menimbulkan kendala dalam proses persiapan kontingen.
Menurut Dicky, kepengurusan baru memiliki tugas yang tidak ringan karena waktu menuju Porprov Kepri 2026 semakin singkat. Selain membenahi organisasi, Alamsyah juga diharapkan segera menyusun program pembinaan serta mempersiapkan atlet biliar Kota Tanjungpinang agar mampu bersaing di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Fokus organisasi tetap pada pembinaan atlet untuk mengukir prestasi di Porprov 2026,” tegas Dicky.
