Batam

Tekankan Kolaborasi Tokoh Adat dan Pelaku Usaha untuk Kepri, Suhadi Resmi Jabat Ketua KBB Kepri 2025–2029

Tekankan Kolaborasi Tokoh Adat dan Pelaku Usaha untuk Kepri, Suhadi Resmi Jabat Ketua KBB Kepri 2025–2029

BatamHighlight – Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepulauan Riau resmi melantik pengurus baru masa bakti 2025–2029 di Ballroom Golden Prawn, Batam, Minggu (23/11/2025). Pelantikan ini menjadi babak awal kepemimpinan Pangeran Anom H. Suhadi ST, yang sebelumnya terpilih melalui Muswil.

Ballroom sederhana disulap menyerupai suasana kerajaan di Kalimantan. Kain-kain khas Banjar membalut hampir seluruh dinding, berpadu dengan ornamen adat dan layar LED berhiaskan motif Banjarmasin di atas panggung. 

Para tamu hadir dengan pakaian adat, menambah kuat nuansa budaya yang mengalir sepanjang acara. Di sisi kanan panggung, sebuah singgasana megah berdiri. Di sanalah Suhadi dan istri duduk, menerima ucapan selamat dari tokoh adat, tokoh agama dan pejabat daerah melalui ritual khas Banjar. Taburan beras kuning dan percikan air suci sebagai simbol restu.

Pelantikan turut dihadiri Ketua Umum KBB, tamu dari Kalimantan dan Tembilahan, para korwil dari berbagai daerah, tokoh LAM Kepri dan Batam, perwakilan lintas suku di Kepri, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Anggota DPD RI dari dapil Kepri, Ria Saptarika, serta perwakilan instansi pemerintah dan penegak hukum.

Dalam sambutannya, Suhadi menegaskan bahwa warga Banjar telah lama merantau jauh, hingga Singapura, Malaysia, dan seluruh Sumatra. Keguyuban dan karakter religius menjadi identitas yang selalu dibawa ke mana pun mereka menetap. 

Ia menyinggung tradisi pasar terapung di Banjarmasin, tempat hubungan emosional antara pedagang dan pembeli tumbuh kuat sebagai gambaran budaya yang tetap hidup sekalipun berada di rantau. Ia mengajak seluruh warga Banjar mendukung kebijakan positif pemerintah yang mendorong pembangunan Kepri.

“Warga Banjar di Kepri, terutama Batam, harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku bisnis. Kita menjunjung adat, dan di tanah Melayu ini kita menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat tempatan maupun sesama perantau,” ujar Suhadi.

“Warga Banjar mendapatkan pesan menjaga keharmonisan terhadap kerukunan masyarakat yang majemuk din kepri,” tambahnya.

Ketua Umum PP KBB Sedunia, H. Sahbirin Noor, menyampaikan kebanggaannya atas kokohnya kerukunan masyarakat Banjar di perantauan. Ia mengingatkan seluruh ketua dan pengurus Banjar di mana pun berada untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan kepemimpinan.

“Rakat dalam budaya, baimbai majukan Kepri. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jangan tinggalkan keteladanan Rasulullah,” pesannya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam kesempatan itu menekankan bahwa keguyuban adalah kunci kemajuan daerah. Ia menyebut posisi Kepri yang strategis di jalur Selat Malaka, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, menjadi peluang besar untuk tumbuh lebih cepat. Status FTZ dan KEK juga membuat Batam dan Kepri memiliki daya saing tinggi.

“Peran serta paguyuban, termasuk warga Banjar, sangat dibutuhkan. Kolaborasi lintas komunitas dan komunikasi yang harmonis adalah fondasi untuk membawa Kepri lebih maju,” ungkap Ansar.

Ia menutup sambutan dengan ucapan selamat kepada pengurus KBB Kepri yang baru. “Sekecil apa pun kontribusi itu, sangat berarti bagi kemajuan Kepri,” tutup Gubernur Ansar Ahmad.

Related Post

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More