Batamhighlight – Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena menekankan pentingnya penguatan nilai integritas di kalangan generasi muda sebagai fondasi dalam membangun sektor jasa keuangan yang bersih, akuntabel, dan berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang sehat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Sophia dalam kegiatan Student Integrity Campaign (In Camp) bertema “Bersama OJK Wujudkan Keuangan Bersih dan Kuatkan Ekonomi Bangsa” di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Rabu (5/11/2026).
Sophia menjelaskan, kaum muda menjadi tumpuan dalam menjaga integritas bangsa di masa depan. Ia mengutip hasil survei Deloitte dan IDN Research Institute yang menunjukkan bahwa Gen Z dan milenial memiliki idealisme tinggi terhadap nilai moral dan etika di tempat kerja.
“Hampir 40 persen responden menolak pekerjaan yang tidak sesuai dengan keyakinan atau etika pribadi mereka. Ini hal yang baik, karena menandakan adanya bibit integritas yang perlu terus dipupuk,” ujar Sophia.
Sophia berpesan agar mahasiswa dan pelajar menanamkan nilai integritas sejak dini dalam setiap aspek kehidupan. Ia menilai, kejujuran dan tanggung jawab merupakan prinsip utama yang harus terus dijaga di dunia pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan sosial.
Integritas sebagai Nilai Hidup
Terdapat berbagai langkah penguatan tata kelola yang telah dilakukan OJK untuk menjaga integritas sektor keuangan. Upaya tersebut di antaranya melalui penerbitan Peraturan OJK tentang integritas pelaporan keuangan, independensi akuntan publik, transparansi audit, dan penerapan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) di industri jasa keuangan. Kebijakan ini didorong agar industri keuangan makin dipercaya masyarakat dan terhindar dari praktik fraud.
Efa berharap para mahasiswa dapat menerapkan nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan akademik maupun sosial. Menurutnya, kejujuran adalah kunci utama dalam meniti karier dan membangun kepercayaan publik.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti lebih dari 2.500 mahasiswa serta civitas academica Universitas Andalas. Selain Sophia dan Rektor Unand, hadir pula Komite Etik Level Governance OJK, Eko Prasojo, serta Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang muncul terkait praktik integritas di dunia kerja dan industri keuangan.
