Batamhighlight – Badan Waqaf Indonesia (BWI) Kota Batam mulai menunjukkan tajinya dengan membangun Rumah Quran BWI Batam di Sekupang. Pembangunan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat fasilitas pendidikan berbasis wakaf di Kota Batam. Rencana peletakan batu pertama akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra
Ketua Badan Pelaksana BWI Batam, Buralimar, mengatakan, proyek ini dibangun untuk menjawab kebutuhan sarana pembinaan yang memadai. Harapannya, Rumah Quran ini menjadi pusat aktivitas yang bermanfaat bagi generasi muda.
“Kita bangun dari waqaf melalui uang yang diberikan kepada kita. Inshaa Allah karena ini adalah kegiatan baik, maka semua yang kita undang bisa datang,” jelasnya ketika dihubungi, Jumat (21/11/2025).
Pembangunan Rumah Quran berdiri di atas tanah wakaf seluas 15×22 meter. Dari total luas tersebut, bangunan akan dibuat dengan ukuran 13×16 meter agar terasa lebih lega. Penyesuaian ukuran ini juga mempertimbangkan kenyamanan penghuni dan efektivitas ruang belajar. Lokasi yang cukup luas membuat area pendukung lain tetap bisa dimaksimalkan.
Buralimar melanjutkan, bangunan ini dirancang menjadi tiga lantai dengan konsep modern. Desainnya mengikuti kebutuhan pendidikan Alquran masa kini agar lebih relevan dan ramah digunakan. Ruang-ruang dibuat lebih fungsional dan ramah bagi para santri. Pihak pengelola ingin menghadirkan suasana belajar yang aman dan kondusif.
Fasilitas Asrama untuk Anak Kurang Mampu
Selain ruang belajar, Rumah Quran juga akan difungsikan sebagai asrama. Fasilitas ini diprioritaskan bagi anak-anak kurang mampu, terutama mereka yang berasal dari wilayah pulau di sekitar Batam. Dengan hadirnya asrama, hambatan jarak bagi mereka yang ingin belajar dapat teratasi. Hal ini memperkuat misi sosial wakaf yang tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan.
Pembangunan Rumah Quran didukung penuh oleh sumbangan masyarakat. Donasi dikumpulkan rutin setiap bulan untuk memastikan progres terus berjalan. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan selesai tepat waktu. Semakin banyak dukungan yang masuk, semakin cepat fasilitas ini bisa digunakan.
“adirnya Rumah Quran dapat memperkuat pembinaan generasi muda. Selain itu, fasilitas ini juga mendukung aktivitas keagamaan di Batam,” katanya.
Pembangunan Rumah Quran ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 tahun. Ia menegaskan bahwa proses pengawasan akan dilakukan secara ketat. Pengelolaan wakaf akan dijalankan oleh Nazir yang berpengalaman. Semua pihak berharap Rumah Quran dapat segera memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
