Kepri

Indeks Kerukunan Beragama Kepri, Peringkat Ketiga di Sumatera

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar berbincang di sela peringatan Isra Mikraj di Gedung Daerah Tanungpinang. (Dok. Batamhighlight/Ist)

Batamhighlight : Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama atau IKUB Kepri sangat positif selama tiga tahun berturut-turut. Kepri menempati peringkat ketiga regional Sumatera. Secara nasional, Kepri masuk dalam klaster atas indeks kerukunan umat beragama. Posisi ini menempatkan Kepri sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi tertinggi.

Hal itu disampaikannya saat Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, Rabu (14/1/2026) malam.

Pada tahun 2025, IKUB Provinsi Kepulauan Riau tercatat mencapai 83,68 poin. Angka ini meningkat 1,47 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 82,21 poin. Kenaikan tersebut menunjukkan stabilitas sosial yang terjaga dengan baik. Selain itu, peningkatan ini juga mencerminkan efektivitas kebijakan dan dialog lintas agama.

“Alhamdulillah, dengan keberagaman suku, budaya dan agama yang ada di Kepulauan Riau, kita dapat hidup rukun, tenang dan damai. Kerukunan sebagai modal sosial yang sangat berharga. Modal tersebut mendukung stabilitas dan pertumbuhan daerah. Tanpa kerukunan, pembangunan akan sulit berjalan optimal,” katanya.

Gubernur Ansar menilai keberagaman yang ada di Kepulauan Riau merupakan kekuatan, bukan tantangan. Beragam suku, budaya, dan agama hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menciptakan suasana yang tenang dan damai di tengah masyarakat. Menurutnya, harmoni sosial menjadi fondasi penting pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya menjaga iklim toleransi melalui berbagai program. Dialog lintas agama dan penguatan peran tokoh masyarakat menjadi salah satu fokus utama. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah juga mendorong penyelesaian persoalan sosial melalui musyawarah.

Ansar menegaskan bahwa menjaga kerukunan bukan hanya tugas pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam merawat toleransi. Sikap saling menghormati menjadi kunci utama keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut harus terus ditanamkan kepada generasi muda.

Capaian IKUB yang konsisten meningkat ini diharapkan dapat dipertahankan. Pemerintah daerah menargetkan Kepri tetap berada di klaster atas nasional. Selain menjaga stabilitas sosial, capaian ini juga meningkatkan citra daerah. Kepri pun diharapkan menjadi contoh kerukunan umat beragama di Indonesia.

Related Post

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More