BatamHiglight – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa meningkatnya dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Batam bukan sinyal negatif, melainkan bukti meningkatnya kepercayaan pelaku usaha nasional terhadap stabilitas ekonomi di kawasan tersebut.
Hingga September 2025, realisasi investasi di Batam tercatat mencapai Rp54,7 triliun, atau 91 persen dari target tahunan Rp60 triliun. Dari total tersebut, kontribusi terbesar datang dari investor domestik. Sementara itu, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) di Kepri, yang sebagian besar disumbang oleh Batam, tercatat sebesar US$595,65 juta pada kuartal pertama 2025.
“Tidak ada masalah dengan penurunan PMA. Justru meningkatnya PMDN menunjukkan kepercayaan tinggi dari pengusaha dalam negeri terhadap iklim investasi Batam,” ujar Amsakar saat ditemui di Gedung BP Batam, Senin (10/11/2025).
Menurut Amsakar, pergeseran dominasi dari PMA ke PMDN merupakan fenomena yang sehat dan menunjukkan struktur ekonomi Batam semakin kuat dari dalam negeri. Ia menilai, kedua jenis investasi tersebut memiliki peran saling melengkapi dalam memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
“PMA dan PMDN bukan dua hal yang harus dibandingkan. Keduanya sama-sama penting dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di Batam,” jelasnya.
Amsakar menambahkan, peningkatan investasi domestik juga menjadi indikator keberhasilan reformasi birokrasi dan transformasi layanan investasi yang terus dilakukan BP Batam. Berbagai kebijakan percepatan perizinan dan digitalisasi pelayanan disebut telah memberi dampak positif bagi dunia usaha.
“Reformasi pelayanan yang kami jalankan sudah mulai terasa hasilnya. Pengusaha lokal semakin percaya diri menanamkan modalnya di Batam karena melihat kepastian hukum dan kemudahan berusaha yang nyata,” katanya.
Menanggapi pandangan bahwa turunnya investasi asing disebabkan penutupan kantor promosi BP Batam di luar negeri, Amsakar menegaskan bahwa strategi promosi kini telah bertransformasi secara digital.
“Kita sudah tidak lagi bergantung pada kantor fisik. Promosi investasi sekarang dilakukan melalui platform digital, forum bisnis, dan kerja sama lintas lembaga, sehingga lebih efisien dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ke depan, BP Batam akan terus memperkuat promosi internasional dengan memanfaatkan teknologi dan memperluas jejaring global. Namun, Amsakar menegaskan fokus utama bukan semata pada jumlah investasi yang masuk, melainkan kualitas dan keberlanjutannya.
“Yang kita dorong adalah investasi yang membawa nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat sektor-sektor produktif. Dengan begitu, pertumbuhan Batam akan lebih berkelanjutan,” tegasnya.
