Batamhighlight.com – Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II TNI Angkatan Udara resmi menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza. Misi airdrop berlangsung sejak 17 Agustus hingga 9 September 2025, dengan pusat operasi di Yordania. Selama periode itu, Satgas berhasil menyalurkan total bantuan seberat 91,4 ton atau setara dengan 520 bundel. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata solidaritas Indonesia untuk rakyat Palestina.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, mengatakan, Satgas Garuda Merah Putih-II menggunakan tiga pesawat C-130 Hercules tipe J dengan nomor ekor A-1344, A-1343, dan A-1339. Sebanyak 45 kru dan 43 personel pendukung dikerahkan dalam misi yang sepenuhnya berorientasi kemanusiaan.
“Operasi ini merupakan instruksi langsung Presiden RI sebagai wujud nyata dari solidaritas bangsa Indonesia kepada rakyat Palestina di Gaza, sekaligus bentuk diplomasi kemanusiaan yang sejalan dengan politik luar negeri Indonesia,” jelasnya dilansir dari portal resmin Kemenham.go.id, Senin (15/9/2025).
Selain bantuan utama, Satgas juga menyerahkan perlengkapan tambahan yang berada di Kairo. Sebanyak 1.286 payung utama dan 40 bundel resmi dihibahkan kepada Pemerintah Mesir. Penyerahan dilakukan melalui Angkatan Udara Mesir dengan fasilitasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Langkah ini memperkuat peran Indonesia dalam mendukung upaya kemanusiaan lintas kawasan.
Meski diwarnai tantangan, misi tetap berjalan dengan hasil signifikan. Sejak 27 Agustus 2025, wilayah udara Israel ditutup sehingga jalur airdrop ke Gaza tidak lagi dibuka. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya serangan Israel ke Gaza pada 3 dan 7 September. Akhirnya, Panglima TNI memutuskan untuk mengakhiri operasi pada 9 September.
Satgas kemudian bertolak pulang ke Tanah Air pada 10 September 2025. Rute perjalanan ditempuh melalui Kairo, Abu Dhabi, Chennai, Banda Aceh, hingga tiba di Jakarta. Pada 13 September, rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono bersama jajaran pejabat terkait.
“Meski ada keterbatasan, hasil operasi tergolong berhasil. Bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan aman ke wilayah tujuan. Seluruh pesawat dalam kondisi baik tanpa kendala teknis berarti. Seluruh 88 personel juga kembali dalam keadaan sehat dan siap bertugas kembali,” tambahnya.
Misi di Yordania dan Mesir memiliki perbedaan prosedur teknis. Di Yordania, Indonesia bergabung dalam Solidarity Path Operation-II dengan Yordania sebagai lead nation. Koordinasi dilakukan melalui Multinational Airdrop Planning Cell (MADPC) bersama sejumlah negara peserta. Sementara di Mesir, misi dilakukan secara bilateral dengan dukungan langsung dari Angkatan Udara Mesir.
Keterlibatan TNI sepenuhnya bersifat kemanusiaan,tidak ada kepentingan militer di balik pengiriman bantuan ke Gaza. Peran prajurit TNI sebatas teknis, memastikan pesawat dan operasi berjalan sesuai standar internasional. Hal ini sejalan dengan sikap konsisten Indonesia mendukung perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina.
