BatamHighlight – Ketika banyak cabang olahraga mengandalkan dukungan anggaran daerah untuk tampil di turnamen nasional, cerita berbeda datang dari kontingen domino Kota Batam. Sebanyak 16 pasang atlet yang mewakili Kepri justru berangkat ke Turnamen Nasional PORDI 2025 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) menggunakan dana pribadi.
Ketua PORDI Batam, Eko menegaskan bahwa keberangkatan tim kali ini menjadi bukti bahwa semangat membela daerah tidak selalu bergantung pada dukungan pemerintah.
“Kami sudah tiba di Jakarta, dan semuanya berangkat dengan pembiayaan sendiri. Walau penuh keterbatasan, kami tetap membawa semangat besar untuk Kepri,” kata Eko, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Eko, sebagian atlet harus menempuh perjalanan menggunakan kapal laut demi menghemat biaya, sementara sebagian lainnya memilih pesawat. Namun, kendala itu tak menyurutkan keyakinan mereka untuk bersaing.
Meski sering dianggap bukan cabang olahraga arus utama, domino justru menjadi salah satu aktivitas kompetitif dengan peserta terbanyak di berbagai daerah. Tahun ini diperkirakan menjadi turnamen terbesar PORDI, dengan rata-rata 50 pasang atlet dari tiap provinsi.
“Sulawesi Selatan paling banyak, lalu Jakarta, Sumsel, Medan, Banten, Jawa semua hadir. Kepri mengirim 16 pasang, mayoritas dari Batam,” jelas Eko.
Target tetap dipasang minimal masuk 8 besar. “Kalau bisa tembus juara, tentu itu yang paling diharapkan,” tambahnya.
Pengurus PORDI Kepri, Masrur mengatakan bahwa 32 atlet yang dibawa tahun ini memiliki persiapan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut Kepri pernah mencapai peringkat keempat nasional, dan ambisi untuk melampaui prestasi itu sangat besar.
“Total hadiah mencapai Rp 1,2 miliar. Ini turnamen paling ramai sejauh ini. Kami ingin membawa pulang hasil terbaik, meskipun kami berangkat tanpa bantuan pemerintah,” jelasnya.
Minimnya dukungan dana justru memperlihatkan kuatnya komitmen para atlet domino Batam. Mereka berharap perjuangan mandiri ini dapat membuka mata banyak pihak bahwa olahraga alternatif seperti domino juga memiliki potensi prestasi dan pembinaan yang serius.
“Kami hanya berharap dukungan doa dari masyarakat Kepri. Kami ingin mengibarkan nama daerah, meski berjuang dari keterbatasan,” ujarnya.
