BatamHighlight – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Nasional, Artha Graha Peduli dan PT Makmur Elok Graha (MEG), pengembang kawasan Rempang Eco City, bersama Gugus Tugas Batam Maju, Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, komunitas masyarakat melalui Gerakan Gema Asri, serta startup lingkungan CONTAINDER, berhasil membersihkan 10 ton sampah hanya dalam waktu 1 jam di kawasan Rempang, Kota Batam.
Aksi kolaboratif ini melibatkan lebih dari 600 relawan yang terdiri dari masyarakat asli Rempang, komunitas lingkungan termasuk Gema Asri, pelaku UMKM dari warga Rempang Eco City yang merupakan binaan PT MEG, serta unsur Pemerintah Kota Batam. Kegiatan ini menjadi salah satu aksi bersih lingkungan tercepat di tingkat lokal, sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Berdasarkan estimasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, timbulan sampah di Batam mencapai lebih dari 20.000 ton per tahun, termasuk yang mencemari kawasan pesisir seperti Rempang akibat aktivitas domestik, sampah laut kiriman, serta sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya terintegrasi.
Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari penguatan program gotong royong masyarakat melalui Gema Asri.
“Ini adalah bukti bahwa kerja bersama mampu menghasilkan dampak besar dalam waktu singkat. Melalui Gema Asri, kita dorong gerakan gotong royong dari tingkat masyarakat agar menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh lebih dari 150 aparatur sipil negara dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam, mempertegas komitmen pemerintah dalam menghadirkan aksi nyata di lapangan.
Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat harus dibangun melalui keterlibatan langsung.
“Kita tidak cukup dengan narasi. Ketika masyarakat turun langsung, akan tumbuh kesadaran dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Gema Asri menjadi contoh bahwa gerakan masyarakat bisa menjadi kunci keberlanjutan,” ungkapnya.
Dari sisi kebijakan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam memastikan kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui penguatan sistem pengelolaan sampah.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan Pemko Batam, PT MEG, dan komunitas masyarakat untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan lebih optimal. Ke depan, akan dikembangkan fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan Rempang Eco City,” ujar perwakilan dinas.
Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Moris Limanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi inovasi program yang terus dikembangkan.
“Kami ingin setiap program memberikan dampak nyata. Setelah penguatan UMKM, kini kami fokus pada isu lingkungan dengan melibatkan masyarakat dan Pemko Batam secara langsung,” jelasnya.
Dari sektor swasta, Direktur Utama PT MEG, Nuraini Setiawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari integrasi pembangunan kawasan dengan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi melalui pelibatan UMKM dari warga Rempang Eco City yang merupakan binaan PT MEG. Selain itu, kami juga menjalankan program reforestasi melalui penanaman ribuan pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
