BatamHighlight – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan potensi tekanan global yang semakin meningkat pada 2026 – 2027 dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar secara hybrid oleh BI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel Wyndham Batam, Jumat (24/11/2025) malam.
Dalam pemaparannya pada sesi nasional, Perry menyebut kondisi dunia saat ini berada dalam situasi “berawan gelap”. Ia merinci lima sumber tekanan utama yang harus diwaspadai, yakni meningkatnya proteksionisme global.
Perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok, inflasi global yang turun lambat, kerentanan keuangan akibat transaksi derivatif berisiko, serta kenaikan aset kripto dan stablecoin tanpa pengawasan memadai.
Perry menegaskan pentingnya percepatan penguatan Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai fondasi keamanan sistem keuangan digital di masa depan.
“Ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat ditopang sinergi kebijakan fiskal dan moneter, ketahanan pangan, serta stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa,” jelasnya.
BI juga memaparkan lima arah kebijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional, yaitu menjaga stabilitas dan mendorong permintaan domestik, mempercepat hilirisasi dan penguatan ekonomi kerakyatan, memperdalam pasar keuangan dan mendorong UMKM, mengakselerasi ekonomi-keuangan internasional, serta memperluas kerja sama perdagangan dan investasi. Perry menyebut konsep ini sebagai “stabilitas yang dinamis” atau “sumitronomis”, yakni sinergi erat kebijakan fiskal–moneter.
“Ke depan, mari kita perkuat sinergi. Bersatu, kita tangguh dan mandiri,” ujar Perry.
BI turut memproyeksikan ekonomi Kepri tumbuh 6,5–7,3 persen pada 2025 dan 6,4–7,2 persen pada 2026, dengan inflasi diperkirakan tetap terkendali.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira mengapresiasi capaian ekonomi daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri yang tertinggi di Sumatera menjadi modal penting untuk menghadapi dinamika global.
“Setiap daerah di Kepri memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya harus tepat. Kami akan memaksimalkan potensi masing-masing daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, BI Kepri juga menyerahkan Gurindam Award 2025 kepada delapan mitra strategis, termasuk TNI AL, UMRAH, Sat Nusapersada, UMKM, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi selama ini.
