BatamHighlight – Di balik kerangka raksasa dinosaurus dan fosil makhluk purba, pameran terbaru Science Centre Singapore bertajuk “Dinosaurus, Extinctions, Us” menghadirkan pesan penting: memahami masa lalu adalah kunci menyelamatkan masa depan Bumi.
Tidak hanya membawa pengunjung menyusuri 440 juta tahun sejarah kehidupan, pameran ini secara tegas menghubungkan kisah kepunahan massal dengan ancaman krisis keanekaragaman hayati yang tengah berlangsung saat ini.
Chief Executive Science Centre Board, Tham Mun See, menegaskan bahwa fokus utama pameran bukan sekadar memamerkan fosil spektakuler, tetapi mengajak pengunjung memahami kemampuan makhluk prasejarah bertahan menghadapi perubahan dramatis iklim dan lingkungan.
“Dengan menghadirkan pengalaman imersif, kami ingin membangkitkan kesadaran bahwa krisis biodiversitas masa kini adalah nyata. Belajar dari masa lalu dapat membantu kita bertindak lebih bijak,” ujarnya saat menyambut awak media, Minggu (23/11/2025).
Pameran ini digelar melalui kolaborasi Lee Kong Chian Natural History Museum, Faculty of Science, dan National University of Singapore, menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dalam memahami dinamika kehidupan di Bumi.
Pengunjung diajak menelusuri lorong bernuansa zaman purba sebelum memasuki ruang pamer seluas 3.000 meter persegi. Perjalanan dimulai dari fosil Endoceras, moluska raksasa era Ordovisium, hingga memasuki masa Carboniferous dengan penampilan Meganeuropsis serangga raksasa yang menguasai langit purba.
Sensasi terus berlanjut ketika pengunjung berhadapan dengan salah satu dinosaurus paling awal, Eoraptor, lalu bertemu predator legendaris Tyrannosaurus rex “Scotty” dan raksasa herbivora Patagotitan Mayorum yang panjangnya mencapai 40 meter.
“Temuan Patagotitan merevolusi pemahaman kita tentang batas ukuran dinosaurus,” jelas Tham.
Direktur Gondwana Studios, Peter Norton, menekankan bahwa pameran ini juga mengajak pengunjung menelaah lima kepunahan massal Bumi serta menyadari bahwa manusia kini menjadi aktor utama dalam potensi kepunahan keenam.
“Kepunahan bukan sekadar kehilangan. Ia adalah peringatan tentang tanggung jawab kita terhadap masa depan planet ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/11/2025).
Melalui model interaktif, kerangka dinosaurus, hingga narasi ilmiah, pengunjung diajak menyadari besarnya dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem Bumi.
Pameran akhir tahun ini menawarkan dua kategori harga tiket:
Kategori Warga Negara Singapura & PR
* Dewasa: Sing$ 29.90 (Rp 383.000)
* Anak-anak: Sing$ 25.90 (Rp 332.000)
* Akses gratis ke Science Centre Singapore termasuk dalam tiket.
Kategori Pengunjung Umum
* Dewasa: Sing$ 39.90 (Rp 511.000)
* Anak-anak: Sing$ 35.90 (Rp 461.000)
