BatamHighlight, Batam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam memastikan pengamanan sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan Bripda Nathanael Simanungkalit akan diperketat setelah kericuhan mewarnai sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Batam.
Langkah tersebut diambil sebagai hasil evaluasi bersama Pengadilan Negeri Batam dan kepolisian guna mengantisipasi potensi meningkatnya emosi keluarga korban pada agenda persidangan berikutnya.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Gustian, mengatakan koordinasi telah dilakukan untuk menambah personel pengamanan, baik dari kepolisian maupun unsur intelijen.
“Untuk PN dan kepolisian kami sudah berkoordinasi. Penambahan atau penebalan personel akan diajukan secara bersurat. Ada tambahan personel pengamanan serta dukungan dari bidang intelijen,” kata Gustian, Senin (3/8/2026).
Menurut dia, pengawalan terhadap empat terdakwa juga akan diperketat mengingat perkara tersebut melibatkan mantan anggota kepolisian.
“Untuk terdakwa semaksimal mungkin pengawalan diperketat. Biasanya kalau perkara dengan terdakwa anggota, tim pengamanan dari kepolisian menambah personel dengan sendirinya terkait pengamanan dan penebalan,” ujarnya.
Evaluasi dilakukan setelah sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan berlangsung dalam suasana tegang. Seusai majelis hakim menutup persidangan, keluarga korban dan sejumlah pengunjung meneriakkan tuntutan agar para terdakwa dijatuhi hukuman mati.
Situasi semakin memanas ketika beberapa anggota keluarga korban berusaha mendekati rombongan terdakwa yang hendak meninggalkan ruang sidang. Aparat kepolisian bersama petugas Kejari Batam kemudian membentuk barikade dan mengevakuasi keempat terdakwa melalui jalur samping gedung pengadilan untuk menghindari benturan.
Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena, mengakui insiden tersebut menjadi perhatian serius dan akan menjadi bahan evaluasi menjelang sidang berikutnya.
“Teman-teman media melihat sendiri bahwa tadi terjadi kericuhan. Untuk penuntut umum dan pihak kepolisian melakukan evakuasi terhadap empat terdakwa itu cukup menegangkan,” jelasnya.
Ia mengatakan PN Batam akan berkoordinasi dengan Ketua PN Batam, Kejari Batam, dan kepolisian guna menambah personel pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup.
Menurut Wattimena, langkah tersebut diperlukan karena persidangan baru memasuki tahap pembacaan dakwaan. Ia menilai potensi meningkatnya tensi masih terbuka pada tahapan pemeriksaan saksi maupun pembuktian.
“Ini baru pembacaan dakwaan. Mengingat nanti ke depannya dikhawatirkan situasinya bisa bertambah lagi,” ujarnya.
Selain menambah personel, PN Batam juga mengevaluasi mekanisme evakuasi terdakwa. Pada sidang perdana, proses pemindahan sempat terkendala karena pintu samping yang dijadikan jalur evakuasi masih dalam keadaan terkunci sehingga petugas harus membuka akses terlebih dahulu.
Menurut Wattimena, prosedur evakuasi akan dibahas dalam rapat koordinasi agar perpindahan terdakwa pada sidang selanjutnya dapat berlangsung lebih cepat dan aman tanpa mengganggu jalannya persidangan lain.
“Nanti untuk sidang minggu depan kami akan berkoordinasi bagaimana cara mengevakuasi para terdakwa, sehingga situasi tidak melebar. Karena sidang ini juga bercampur dengan sidang perkara lain,” ujarnya.
