Ekonomi

OJK, BEI, dan Kadin Dorong Perusahaan Kepri IPO, Perluas Akses Pendanaan dan Perkuat Ekonomi

Batamhighlight.com, Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong lebih banyak perusahaan di Kepulauan Riau memanfaatkan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sebagai alternatif pendanaan untuk memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, saat membuka Go Public Seminar yang digelar OJK dan BEI di Batam, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi, Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepri Indra Novita, Ketua Kadin Kepri Mustava, serta Ketua ISEI Kota Batam Suyono Saputra.

Sinar mengatakan, pasar modal menjadi salah satu sumber pembiayaan strategis bagi perusahaan untuk memperluas usaha tanpa hanya bergantung pada pembiayaan perbankan. Namun, perusahaan yang ingin menjadi emiten harus mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

“OJK saat ini menjalankan Agenda Reformasi Penguatan Integritas Pasar Modal Indonesia yang berfokus pada dua pilar utama, yakni penguatan integritas pasar (market integrity) dan pendalaman pasar (market deepening),” ujarnya.

Menurut Sinar, kepercayaan investor kini tidak hanya ditentukan oleh prospek keuntungan, tetapi juga kualitas tata kelola perusahaan.

“Kepercayaan investor saat ini tidak hanya dibangun dari potensi keuntungan, tetapi juga dari transparansi, kepatuhan terhadap regulasi, dan tata kelola perusahaan yang baik,” katanya.

Ia mengungkapkan, industri pasar modal Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan. Hingga 17 Juli 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 29,55 juta Single Investor Identification (SID).

Sementara itu, hingga pertengahan Juli 2026, terdapat tujuh perusahaan yang berhasil melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Mengutip investor dunia Warren Buffett, Sinar menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

“OJK berkomitmen mengawal tata kelola yang bersih demi menjaga reputasi pasar modal Indonesia di tingkat global. Kami mengajak pelaku usaha di bawah naungan Kadin Kepri dan Kadin Batam untuk tidak ragu memanfaatkan pasar modal. OJK Kepri siap memberikan asistensi bagi perusahaan yang ingin go public,” ujarnya.

Melalui kolaborasi OJK, BEI, Kadin, dan pemerintah daerah, semakin banyak perusahaan asal Kepulauan Riau diharapkan mampu melantai di bursa. Langkah ini diyakini akan memperluas akses pendanaan, mempercepat ekspansi usaha, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat kontribusi sektor swasta terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Related Post

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More