Batam

RoTS 2026 Buktikan Industri Kreatif Batam Tak Lagi Sekadar Bayang-bayang Manufaktur

RoTS 2026 Buktikan Industri Kreatif Batam Tak Lagi Sekadar Bayang-bayang Manufaktur

BatamHighlight, Batam – Selama bertahun-tahun Batam identik sebagai kota industri dengan dominasi sektor manufaktur dan galangan kapal. Namun, di balik citra tersebut, ekonomi kreatif terus tumbuh melalui gerakan komunitas yang kini mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Memasuki penyelenggaraan tahun 2026, Rise of The Sneakers (RoTS), ajang tahunan yang diinisiasi Simplemind Communication, mengusung tema “Revive The Future”. Tema ini menjadi ajakan bagi komunitas kreatif untuk membangun masa depan industri lokal dengan menggali kembali identitas budaya sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang telah lama berkembang di Batam.

RoTS kini tak lagi sekadar pameran produk atau festival gaya hidup. Kegiatan ini berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, brand lokal, seniman, komunitas, hingga pelaku industri kreatif dari berbagai daerah maupun negara tetangga.

Pertumbuhan RoTS juga tercermin dari peningkatan jumlah pengunjung dan nilai transaksi setiap tahunnya. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2022, RoTS mencatat 9.397 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp286.721.000.

Setahun kemudian, jumlah pengunjung melonjak menjadi 24.059 orang dengan transaksi sebesar Rp414.314.000. Lonjakan lebih besar terjadi pada 2024, ketika sebanyak 65.302 pengunjung memadati area pameran dan menghasilkan transaksi senilai Rp502.955.161.

Tren positif itu berlanjut pada 2025. RoTS kembali mencetak rekor dengan 73.727 pengunjung serta nilai transaksi mencapai Rp613.668.554. Secara akumulatif, selama empat kali penyelenggaraan, ajang ini telah menciptakan perputaran ekonomi kreatif sebesar Rp1.817.657.707.

CEO Simplemind Communication, Yasser Hadeka, mengatakan tema “Revive The Future” dipilih sebagai ajakan agar pelaku industri kreatif tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga membangun masa depan melalui identitas dan kekuatan komunitas yang dimiliki.

“RoTS akan terus menjadi ruang bagi para kreatif lokal Batam untuk berinovasi dan berkarya agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Karena masa depan dibangun dari sekarang,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa ekosistem kreatif berbasis komunitas mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi alternatif di Batam yang selama ini lebih dikenal sebagai kota industri manufaktur.

Di balik peningkatan nilai transaksi, RoTS juga menjadi wadah bertemunya berbagai pelaku industri kreatif. Puluhan UMKM, brand lokal, peritel, hingga pekerja kreatif memanfaatkan ajang ini untuk memperluas jaringan, bertukar gagasan, sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

Letak strategis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia turut membuka peluang kolaborasi lintas negara. Dalam beberapa tahun terakhir, RoTS mulai menarik perhatian pelaku industri kreatif dari kedua negara tersebut, sehingga membuka kesempatan bagi produk-produk lokal menembus pasar internasional.

RoTS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Grand Batam Mall. Selama empat hari penyelenggaraan, berbagai program baru telah disiapkan untuk memperkuat interaksi antara pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat.

Sejumlah figur dari dunia subkultur nasional dijadwalkan hadir, di antaranya rapper Tuan Tigabelas dan seniman visual Crackthetoy. Selain itu, akan diluncurkan sepatu edisi kolaborasi antara brand Unerd dan RDD sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya produk kreatif bernilai komersial.

Pengunjung juga akan disuguhi berbagai atraksi, mulai dari instalasi Giant Box, kompetisi tari urban, hingga beragam aktivitas komunitas yang menjadi ciri khas penyelenggaraan RoTS setiap tahunnya.

Related Post

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More